Kisah ini merupakan kisah nyata yang benar benar pernah terjadi sekitar 2 tahun lalu, dan dialami oleh tetangga desaku.
Kita sebutlah ia lek Ran( saya manggilnya lek) ia tinggal disebuah desa di kediri, rumah lek ran bisa dikatakan kebonan, sebab lingkunganya masih rimbun, dan berada di pinggir desa serta bersebelahan dengan tanggul sungai bratas. Tanggul sungai biasa kami sebut ‘tangkes’.
Ceritanya ia sekeluarga kerap diganggu oleh penghuni ‘barongan’(rerimbunan bambu ditangkes).
Selama beberapa malam pintu rumahnya gedor gedor dari luar dan saat dibuka tidak ada orang. Hal ini terjadi hingga beberapa minggu, lek ran mengeluhkan ini ke beberapa temannya, Hingga temannya menyarankan untuk mengintai didepan pintu.(jujur, saya sangat merinding saat menulis kisah ini). Tapi saat diintai beberapa malam sosok yang ditunggu tak kunjung muncul(saya masih merinding).
Karena usahanya tak membuhkan hasil, lek ranpun pasrah, toh tidak sampai menyakiti keluarganya pikir lek ran. Hingga suatu malam lek ran pulang dari warung kopi sekitar pukul 22.00. saat itu lampu milik lek di( tetangganya lek ran, jaraknya sekitar 5 meter dari rumah lek ran) sehingga hanya lampu rumah lek ran sedikit menyinari jalan. Saat hendak pulang, tepat didepan rumah lek di, lek ran melihat sosok hitam legam seukuran manusia normal hendak menggedor pintu rumahnya. Dengan perasaan campur aduk antara takut, geram dan jengkel lek ran segera membentak sosok itu “hayo! Nyapo kowe?”(hayo, sedang apa kamu?). Sosok hitam legam itu sontak menengok ke arah lek ran, astagfirullah sosok itu bukan manusia, wajahnya hitam legam dengan mata merah seolah mau keluar dan raut mengerikan. Sosok itu cukup lama memandang lek ran. Sesaat setelah menatap lek ran sosok itu pergi dengan setengah berlari menuju tangkes dan menghilang di rerimbunan pohon bambu. Lek ran masih terdiam setengah tak percaya, kemudian bergegas pulang serta mengunci pintu.
Keesokan harinya Saat ia menceritakan kejadian itu di warung aku bertanya kenapa ia tak mengejar sosok itu. Boro boro mengejar, tidak pingsanpun sudah alhamdullilah jawabnya sambil tertawa. Sejak saat itu keluarga tidak pernah lagi mengalami teror tersebut, kemungkinan sosok itu kapok setelah dibentak oleh lek ran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar